Senin, 30 Mei 2016

contoh askeb asma

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga saya bisa merampungkan penyusunan ASKEP tentang penyakit ASMA BRONKIAL.
Maksud penyusunan ASKEP ini adalah untuk mengetahui tentang apa itu yang di namakan dengan penyakit Asma Bronkial. Sehingga saudara/i dapat mengetahui secara luas tentang penyakit Asma Bronkial. Dalam penyusunan ASKEP ini mengacu pada Definisi Asma Bronkial, Penyebab Asma Bronkial, serta Tanda dan Gejala Penyakit Asma Bronkial. Namun berkat ketekunan dan do’a restu saudara/i, akhirnya ASKEP Penyakit Asma Bronkial ini dapat di selesaikan.
Semoga ASKEP Penyakit Asma Bronkial ini dapat memberi manfaat kepada guru dan murid pada khususnya, serta mendapat rida dari Allah. Saran dan kritik diharapkan oleh penulis demi penyempurnaan makalah ini.






                                                                        Pangkalan Bun, Januari 2013
                                                                                   Ayu Nur Azizah          












DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ...................................................................................................01

DAFTAR ISI ....................................................................................................................

BAB I  PENDAHULUAN ..............................................................................................02

        1.1. Latar Belakang ....................................................................................................03
        1.2. Prevalensi ............................................................................................................03
       
BAB II  TINJAUAN PUSTAKA......................................................................................

        2.1. Definisi................................................................................................................04
       
BAB III ASMA BRONKIAL.........................................................................................05

        3.1. Pengertian............................................................................................................05
        3.2. Penyebab.............................................................................................................05
 3.3. Tanda Dan Gejala................................................................................................05
 3.4. Pemeriksaan Penunjang.......................................................................................05
 3.5. Pengkajian............................................................................................................06
 3.6. Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Timbul..................................................06
 3.7. Intervensi Keperawatan.......................................................................................08
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................11













 BAB I
    PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Angka kejadian penyakit alergi akhir-akhir ini meningkat sejalan denganperubahan pola hidup masyarakat modern, polusi baik lingkungan maupun zat-zatyang ada di dalam makanan. Salah satu penyakit alergi yang banyak terjadi dimasyarakat adalah penyakit asma.
Asma adalah satu diantara beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkansecara total. Kesembuhan dari satu serangan asma tidak menjamin dalam waktudekat akan terbebas dari ancaman serangan berikutnya. Apalagi bila karenapekerjaan dan lingkungannya serta faktor ekonomi, penderita harus selaluberhadapan dengan faktor alergen yang menjadi penyebab serangan. Biayapengobatan simptomatik pada waktu serangan mungkin bisa diatasi oleh penderitaatau keluarganya, tetapi pengobatan profilaksis yang memerlukan waktu lebihlama, sering menjadi problem tersendiri.
Peran dokter dalam mengatasi penyakit asma sangatlah penting. Doktersebagai pintu pertama yang akan diketuk oleh penderita dalam menolongpenderita asma, harus selalu meningkatkan pelayanan, salah satunya yang seringdiabaikan adalah memberikan edukasi atau pendidikan kesehatan. Pendidikankesehatan kepada penderita dan keluarganya akan sangat berarti bagi penderita,terutama bagaimana sikap dan tindakan yang bisa dikerjakan pada waktumenghadapi serangan, dan bagaimana caranya mencegah terjadinya seranganasma.
I.2. Prevalensi
Dalam tiga puluh tahun terakhir terjadi peningkatan prevalensi (kekerapanpenyakit) asma terutama di negara-negara maju. Kenaikan prevalensi asma diAsia seperti Singapura, Taiwan, Jepang, atau Korea Selatan juga mencolok. Kasusasma meningkat insidennya secara dramatis selama lebih dari lima belas tahun,baik di negara berkembang maupun di negara maju. Beban global untuk penyak ini semakin meningkat. Dampak buruk asma meliputi penurunan kualitas hidup,produktivitas yang menurun, ketidakhadiran di sekolah, peningkatan biayakesehatan, risiko perawatan di rumah sakit dan bahkan kematian.
Asma merupakan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian diIndonesia, hal ini tergambar dari data studi survei kesehatan rumah tangga(SKRT) di berbagai propinsi di Indonesia. Survey Kesehatan Rumah Tangga(SKRT) tahun 1986 menunjukkan asma menduduki urutan ke-5 dari 10 penyebabkesakitan (morbiditas) bersama-sama dengan bronkitis kronik dan emfisema. PadaSKRT 1992, asma, bronkitis kronik dan emfisema sebagai penyebab kematian ke-4 di Indonesia atau sebesar 5,6 %. Tahun 1995, prevalensi asma di seluruhIndonesia sebesar 13/1000, dibandingkan bronkitis kronik 11/1000 dan obstruksiparu 2/1000. Studi pada anak usia SLTP di Semarang dengan menggunakankuesioner International Study of Asthma and Allergies in Childhood (ISAAC),didapatkan prevalensi asma (gejala asma 12 bulan terakhir/recent asthma) 6,2 %yang 64 % diantaranya mempunyai gejala klasik.
 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Definisi

Penyakit asma bronkial dimasyarakat sering disebut sebagai bengek,asma, mengi, ampek, sasak angok, dan berbagai istilah lokal lainnya. Asmamerupakan suatu penyakit gangguan jalan nafas obstruktif intermiten yangbersifat reversibel, ditandai dengan adanya periode bronkospasme, peningkatanrespon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkanpenyempitan jalan nafas.

Dari definisi di atas, maka dapat diambil poin penting mengenai asma, yaitu :

*      Asma merupakan penyakit gangguan jalan nafas

*      Ditandai dengan hipersensitifitas bronkus dan bronkokostriksi

*      Diakibatkan oleh proses inflamasi kronik 

*      Bersifat reversibel

Status asmatikus adalah keadaan darurat medik paru berupa serangan asma yangberat atau bertambah berat yang bersifat refrakter sementara terhadap pengobatanyang lazim diberikan. Refrakter adalah tidak adanya perbaikan atau perbaikanyang sifatnya hanya singkat, dengan pengamatan 1-2 jam.
Gambaran klinis Status Asmatikus :
*      Penderita tampak sakit berat dan sianosis.

*      Sesak nafas, bicara terputus-putus.

*      Banyak berkeringat, bila kulit kering menunjukkan kegawatan sebabpenderita sudah jatuh dalam dehidrasi berat.

*      Pada keadaan awal kesadaran penderita mungkin masih cukup baik, tetapilambat laun dapat memburuk yang diawali dengan rasa cemas, gelisahkemudian jatuh ke dalam koma.(Medlinux,2008)




ASMA BRONKIAL

1.      Pengartian
Asma Bronkial adalah penyakit pernafasan obstruktif yang ditandai oleh spame akut otot polos bronkiolus. Hal ini menyebabkan obsktrusi aliran udara dan penurunan ventilasi alveolus.
 Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronchi berspon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu.  
Asma adalah obstruksi jalan nafas yang bersifat reversibel, terjadi ketika bronkus mengalami inflamasi/peradangan dan hiperresponsif.

2.      Penyebab
a.       Faktor Ekstrinsik (asma imunologik / asma alergi)
-         Reaksi antigen-antibodi
-         Inhalasi alergen (debu, serbuk-serbuk, bulu-bulu binatang)
b.       Faktor Intrinsik (asma non imunologi / asma non alergi)
 -         Infeksi : parainfluenza virus, pneumonia, mycoplasmal
-         Fisik : cuaca dingin, perubahan temperatur
-         Iritan : kimia
-         Polusi udara : CO, asap rokok, parfum
-         Emosional : takut, cemas dan tegang
-         Aktivitas yang berlebihan juga dapat menjadi faktor pencetus.

3.      TANDA DAN GEJALA
1.       Stadium dini
Faktor hipersekresi yang lebih menonjol
a. Batuk dengan dahak bisa dengan maupun tanpa pilek
b. Rochi basah halus pada serangan kedua atau ketiga, sifatnya hilang timbul
c. Whezing belum ada
d.Belum ada kelainan bentuk thorak
e. Ada peningkatan eosinofil darah dan IG E
f.  BGA belum patologis

Faktor spasme bronchiolus dan edema yang lebih dominan

a.  Timbul sesak napas dengan atau tanpa sputum
b.  Whezing
c.  Ronchi basah bila terdapat hipersekresi
d.  Penurunan tekanan parsial O2
2. Stadium lanjut/kronik
a.  Batuk, ronchi
b.  Sesak nafas berat dan dada seolah –olah tertekan
c.  Dahak lengket dan sulit untuk dikeluarkan
d.  Suara nafas melemah bahkan tak terdengar (silent Chest)
e.  Thorak seperti barel chest
f.  Tampak tarikan otot sternokleidomastoideus
g.  Sianosis
h.  BGA Pa O2 kurang dari 80%
i.  Ro paru terdapat peningkatan gambaran bronchovaskuler kanan dan kiri
j.  Hipokapnea dan alkalosis bahkan asidosis respiratorik
                                                         Bising mengi (wheezing) yang terdengar dengan/tanpa stetoskop
                                                Batuk produktif, sering pada malam hari
                                                Nafas atau dada seperti tertekan, ekspirasi memanjang
             
4.      Pemeriksaan penunjang
                                                Spirometri
                                                Uji provokasi bronkus
                                                Pemeriksaan sputum
                                                Pemeriksaan cosinofit total
                                                Uji kulit
                                                Pemeriksaan kadar IgE total dan IgE spesifik dalam sputum
                                                Foto dada
                                                Analisis gas darah

5.      Pengkajian

a.       Awitan distres pernafasan tiba-tiba
                                          -  Perpanjangan ekspirasi mengi
                                          -  Penggunaan otot-otot aksesori             
                                          -  Perpendekan periode inpirasi
                                          -  Sesak nafas
                                    -  Restraksi interkostral dan esternal   
                                    -  Krekels
b.      Bunyi nafas : mengi, menurun, tidak terdengar
c.       Duduk dengan posisi tegak : bersandar kedepan
d.      Diaforesis
e.       Distensi vera leher
f.       Sianosis : area sirkumoral, dasar kuku
g.      Batuk keras, kering : batuk produktif sulit
h.      Perubahan tingkat kesadaran
i.        Hipokria
j.        Hipotensi
k.      Pulsus paradoksus > 10 mm
l.        Dehidrasi
m.    Peningkatan anseitas : takut menderita, takut mati

6.      Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Timbul

Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b.d bronkospasme : peningkatan produksi sekret, sekresi tertahan, tebal, sekresi kental : penurunan energi/kelemahan.
Kerusakan pertukaran gas b.d gangguan suplai oksigen, kerusakan alveoli.
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d penurunan masukan oral.
Kurang pengetahuan b.d kurang informasi/tidak mengenal sumber informasi.
                         
         
 7.      Intervensi Keperawatan
                                                DP       : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas
Tujuan : Bersihan jalan nafas efektif
KH      : - Mempertahankan jalan nafas paten dengan bunyi nafas bersih/jelas
- Menunjukkan perilaku untuk memperbaiki bersihan jalan nafas mis : batuk efektif dan mengeluarkan sekret
Intervensi
Ø Auskultasi bunyi nafas, catat adanya bunyi nafas, mis; mengi, krekels, ronki
Ø  Kaji/pantau frekuensi pernafasan
Ø Catat adanya/derajat diespnea  mis : gelisah, ansietas, distres pernafasan, penggunaan otot bantu
Ø Kaji pasien untuk posisi yang nyaman mis : peninggian kepala tempat tidur, duduk pada sandaran tempat tidur
Ø Pertahankan polusi lingkungan minimum
Ø Dorong/bantu latihan nafas abdomen/bibir
Ø Observasi karakteristik batuk mis : menetap, batuk pendek, basah
Ø Tingkatkan masukan cairan sampai 3000 ml/hr ss toleransi jantung dan memberikan air hangat, anjurkan masukkan cairan sebagai ganti makanan
Ø Berikan obat sesuai indikasi
Ø Awasi/buat grafik seri GDA, nadi oksimetri, foto dada

                                                DP       :  Kerusakan pertukaran gas
Tujuan :  Pertukaran gas efektie dan adekuat
KH      : -Menunjukkan perbaikan vertilasi dan oksigen jaringan adekuat dalam rentang normal dan bebas gejala distres pernafasan.
-Berpartisipasi dalam program pengobatan dalam tingkat kemampuan /situasi                             
Intervensi
Ø  Kaji frekuensi, kedalaman pernafasan, catat penggunaan otot aksesori, nafas bibir, ketidak mampuan bicara/berbincang
Ø Tingguikan kepala tempat tidur, pasien untuk memilih posisi yang mudah untuk bernafas, dorong nafas dalam perlahan / nafas bibir sesuai kebutuhan / toleransi individu.
Ø  Dorong mengeluarkan sputum : penguapan bila diindikasikan.
Ø Auskultasi bunyi nafas, catat area penurunan aliran udara dan / bunyi tambahan.
Ø  Awasi tingkat kesadaran / status mental, selidiki adanya perubahan.
Ø  Evaluasi tingkat toleransi aktivitas.
Ø  Awasi tanda vital dan irama jantung.
Ø  Awasi / gambarkan seri GDA dan nadi oksimetri.
Ø  Berikan oksigen yang ssi idikasi hasil GDA dan toleransi pasien.


DP          : Perubahan nutrisi kurang dari tubuh
                     Tujuan    : Kebutuhan nutrisi terpenuhi
                                          Kh          :  -   Menunjukan peningkatan BB
-   Menunjukan perilaku / perubahan pada hidup untuk meningkatkan dan / mempertahanka berat yang tepat.
Intervensi :
Kaji kebiasaan diet, masukan makanan, catat derajat kesulitan makan, evaluasi BB.
Avskultasi bunyi usus.
Berikan perawatan oral sering, buang sekret.
Dorong periode istirahat, 1jam sebelum dan sesudah makan berikan makan porsi kecil tapi sering.
Hindari makanan penghasil gas dan minuman karbonat.
Hindari maknan yang sangat panas / dingin.
Timbang BB sesuai induikasi.
Kaji pemeriksaan laboratorium, ex : alb.serum.

DP          : Kurang  pengetahuan
                     Tujuan     : Pengetahuan miningkat
                                          KH         : -  Menyatakan pemahaman kondisi / proses penyakit dan tindakan.
 -   Mengidentifikasi hubungan tanda / gejala yang ada dari proses penyakit dan menghubung dengan faktor penyeba
 -  Melakukan perubahan pola hidup dan berparisipasi dalam program pengobatan.
                                          Intervensi:
                                                Jelaskan proses penyakit individu dan keluarga
                                                Instrusikan untuk latihan nafas dan batuk efektif.
Diskusikan tentang obat yang digunakan, efek samping, dan reaksi yang tidak diinginkan
Beritahu tehnik pengguanaan inhaler ct : cara memegang, interval semprotan, cara membersihkan.
                                                Tekankan pentingnya perawatan oral/kebersihan gigi
Beritahu efek bahaya merokok dan nasehat untuk berhenti merokok pada klien
atau orang terdekat.














Daftar Pustaka

Arif Mansyoer(1999). Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga. Jilid I. Media    Acsulapius. FKUI. Jakarta.
                  
Heru Sundaru(2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi Ketiga. BalaiPenerbit FKUI. Jakarta.

Hudack&gallo(1997). Keperawatan Kritis Edisi VI Vol I. Jakarta. EGC.

Doenges, EM(2000). Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta. EGC.

Tucker, SM(1998). Standar Perawatan Pasien. Jakarta. EGC.













                       

         
.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar