KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga saya
bisa merampungkan penyusunan ASKEP tentang penyakit ASMA BRONKIAL.
Maksud penyusunan ASKEP ini adalah
untuk mengetahui tentang apa itu yang di namakan dengan penyakit Asma Bronkial.
Sehingga saudara/i dapat mengetahui secara luas tentang penyakit Asma Bronkial.
Dalam penyusunan ASKEP ini mengacu pada Definisi Asma Bronkial, Penyebab Asma
Bronkial, serta Tanda dan Gejala Penyakit Asma Bronkial. Namun berkat ketekunan
dan do’a restu saudara/i, akhirnya ASKEP Penyakit Asma Bronkial ini dapat di
selesaikan.
Semoga ASKEP Penyakit Asma Bronkial
ini dapat memberi manfaat kepada guru dan murid pada khususnya, serta mendapat
rida dari Allah. Saran dan kritik diharapkan oleh penulis demi penyempurnaan
makalah ini.
Pangkalan
Bun, Januari 2013
Ayu
Nur Azizah
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
...................................................................................................01
DAFTAR ISI
....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
..............................................................................................02
1.1. Latar Belakang ....................................................................................................03
1.2. Prevalensi ............................................................................................................03
BAB II TINJAUAN PUSTAKA......................................................................................
2.1.
Definisi................................................................................................................04
BAB III ASMA
BRONKIAL.........................................................................................05
3.1. Pengertian............................................................................................................05
3.2. Penyebab.............................................................................................................05
3.3. Tanda Dan
Gejala................................................................................................05
3.4. Pemeriksaan
Penunjang.......................................................................................05
3.5. Pengkajian............................................................................................................06
3.6. Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin
Timbul..................................................06
3.7. Intervensi
Keperawatan.......................................................................................08
DAFTAR PUSTAKA
......................................................................................................11
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Angka
kejadian penyakit alergi akhir-akhir ini meningkat sejalan denganperubahan pola
hidup masyarakat modern, polusi baik lingkungan maupun zat-zatyang ada di dalam
makanan. Salah satu penyakit alergi yang banyak terjadi dimasyarakat adalah
penyakit asma.
Asma
adalah satu diantara beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkansecara total.
Kesembuhan dari satu serangan asma tidak menjamin dalam waktudekat akan
terbebas dari ancaman serangan berikutnya. Apalagi bila karenapekerjaan dan
lingkungannya serta faktor ekonomi, penderita harus selaluberhadapan dengan
faktor alergen yang menjadi penyebab serangan. Biayapengobatan simptomatik pada
waktu serangan mungkin bisa diatasi oleh penderitaatau keluarganya, tetapi
pengobatan profilaksis yang memerlukan waktu lebihlama, sering menjadi problem
tersendiri.
Peran
dokter dalam mengatasi penyakit asma sangatlah penting. Doktersebagai pintu
pertama yang akan diketuk oleh penderita dalam menolongpenderita asma, harus
selalu meningkatkan pelayanan, salah satunya yang seringdiabaikan adalah
memberikan edukasi atau pendidikan kesehatan. Pendidikankesehatan kepada
penderita dan keluarganya akan sangat berarti bagi penderita,terutama bagaimana
sikap dan tindakan yang bisa dikerjakan pada waktumenghadapi serangan, dan
bagaimana caranya mencegah terjadinya seranganasma.
I.2. Prevalensi
Dalam tiga puluh tahun
terakhir terjadi peningkatan prevalensi (kekerapanpenyakit) asma terutama di
negara-negara maju. Kenaikan prevalensi asma diAsia seperti Singapura, Taiwan,
Jepang, atau Korea Selatan juga mencolok. Kasusasma meningkat insidennya secara
dramatis selama lebih dari lima belas tahun,baik di negara berkembang maupun di
negara maju. Beban global untuk penyak ini semakin meningkat. Dampak buruk asma
meliputi penurunan kualitas hidup,produktivitas yang menurun, ketidakhadiran di
sekolah, peningkatan biayakesehatan, risiko perawatan di rumah sakit dan bahkan
kematian.
Asma merupakan sepuluh besar
penyebab kesakitan dan kematian diIndonesia, hal ini tergambar dari data studi
survei kesehatan rumah tangga(SKRT) di berbagai propinsi di Indonesia. Survey
Kesehatan Rumah Tangga(SKRT) tahun 1986 menunjukkan asma menduduki urutan ke-5
dari 10 penyebabkesakitan (morbiditas) bersama-sama dengan bronkitis kronik dan
emfisema. PadaSKRT 1992, asma, bronkitis kronik dan emfisema sebagai penyebab
kematian ke-4 di Indonesia atau sebesar 5,6 %. Tahun 1995, prevalensi asma di
seluruhIndonesia sebesar 13/1000, dibandingkan bronkitis kronik 11/1000 dan
obstruksiparu 2/1000. Studi pada anak usia
SLTP di Semarang dengan menggunakankuesioner International Study of
Asthma and Allergies in Childhood (ISAAC),didapatkan prevalensi asma (gejala
asma 12 bulan terakhir/recent asthma) 6,2 %yang 64 % diantaranya mempunyai
gejala klasik.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1. Definisi
Penyakit asma bronkial dimasyarakat sering disebut
sebagai bengek,asma, mengi, ampek, sasak angok, dan berbagai istilah lokal
lainnya. Asmamerupakan suatu penyakit gangguan jalan nafas obstruktif
intermiten yangbersifat reversibel, ditandai dengan adanya periode
bronkospasme, peningkatanrespon trakea dan
bronkus terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkanpenyempitan jalan
nafas.
Dari definisi di atas, maka dapat diambil poin penting mengenai asma, yaitu
:
Status asmatikus adalah keadaan darurat medik
paru berupa serangan asma yangberat atau bertambah berat yang bersifat refrakter
sementara terhadap pengobatanyang lazim diberikan. Refrakter adalah tidak
adanya perbaikan atau perbaikanyang sifatnya hanya singkat, dengan pengamatan
1-2 jam.
Gambaran
klinis Status Asmatikus :
ASMA BRONKIAL
1. Pengartian
Asma Bronkial adalah penyakit
pernafasan obstruktif yang ditandai oleh spame akut otot polos bronkiolus. Hal
ini menyebabkan obsktrusi aliran udara dan penurunan ventilasi alveolus.
Asma adalah penyakit jalan nafas
obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronchi berspon dalam
secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu.
Asma adalah
obstruksi jalan nafas yang bersifat reversibel, terjadi ketika bronkus
mengalami inflamasi/peradangan dan hiperresponsif.
2.
Penyebab
a.
Faktor
Ekstrinsik (asma imunologik / asma alergi)
-
Reaksi
antigen-antibodi
-
Inhalasi
alergen (debu, serbuk-serbuk, bulu-bulu binatang)
b.
Faktor
Intrinsik (asma non imunologi / asma non alergi)
-
Infeksi :
parainfluenza virus, pneumonia, mycoplasmal
-
Fisik :
cuaca dingin, perubahan temperatur
-
Iritan :
kimia
-
Polusi udara
: CO, asap rokok, parfum
-
Emosional :
takut, cemas dan tegang
-
Aktivitas
yang berlebihan juga dapat menjadi faktor pencetus.
3. TANDA DAN GEJALA
1.
Stadium dini
Faktor
hipersekresi yang lebih menonjol
a. Batuk dengan
dahak bisa dengan maupun tanpa pilek
b. Rochi basah
halus pada serangan kedua atau ketiga, sifatnya hilang timbul
c. Whezing
belum ada
d.Belum ada
kelainan bentuk thorak
e. Ada
peningkatan eosinofil darah dan IG E
f. BGA belum
patologis
Faktor
spasme bronchiolus dan edema yang lebih dominan
a. Timbul sesak napas dengan atau
tanpa sputum
b. Whezing
c. Ronchi basah bila terdapat
hipersekresi
d. Penurunan tekanan parsial O2
2. Stadium lanjut/kronik
a. Batuk, ronchi
b. Sesak nafas berat dan dada
seolah –olah tertekan
c. Dahak lengket dan sulit untuk
dikeluarkan
d. Suara
nafas melemah bahkan tak terdengar (silent Chest)
e. Thorak
seperti barel chest
f. Tampak
tarikan otot sternokleidomastoideus
g. Sianosis
h. BGA
Pa O2 kurang dari 80%
i. Ro paru terdapat peningkatan gambaran
bronchovaskuler kanan dan kiri
j. Hipokapnea dan alkalosis bahkan
asidosis respiratorik
Bising mengi
(wheezing) yang terdengar dengan/tanpa stetoskop
Batuk
produktif, sering pada malam hari
Nafas atau
dada seperti tertekan, ekspirasi memanjang
4. Pemeriksaan
penunjang
Spirometri
Uji
provokasi bronkus
Pemeriksaan
sputum
Pemeriksaan
cosinofit total
Uji kulit
Pemeriksaan
kadar IgE total dan IgE spesifik dalam sputum
Foto dada
Analisis gas
darah
5. Pengkajian
a.
Awitan
distres pernafasan tiba-tiba
-
Perpanjangan ekspirasi mengi
-
Penggunaan otot-otot
aksesori
-
Perpendekan periode inpirasi
-
Sesak nafas
-
Restraksi interkostral dan esternal
-
Krekels
b. Bunyi nafas
: mengi, menurun, tidak terdengar
c.
Duduk dengan
posisi tegak : bersandar kedepan
d. Diaforesis
e.
Distensi
vera leher
f.
Sianosis :
area sirkumoral, dasar kuku
g.
Batuk keras,
kering : batuk produktif sulit
h. Perubahan
tingkat kesadaran
i.
Hipokria
j.
Hipotensi
k. Pulsus
paradoksus > 10 mm
l.
Dehidrasi
m. Peningkatan
anseitas : takut menderita, takut mati
6. Diagnosa
Keperawatan Yang Mungkin Timbul
Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b.d bronkospasme
: peningkatan produksi sekret, sekresi tertahan, tebal, sekresi kental :
penurunan energi/kelemahan.
Kerusakan
pertukaran gas b.d gangguan suplai oksigen, kerusakan alveoli.
Perubahan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d penurunan masukan oral.
Kurang
pengetahuan b.d kurang informasi/tidak mengenal sumber informasi.
7.
Intervensi Keperawatan
DP
: Tidak efektifnya bersihan jalan nafas
Tujuan : Bersihan jalan nafas efektif
KH
: - Mempertahankan jalan nafas paten dengan bunyi nafas bersih/jelas
-
Menunjukkan perilaku untuk memperbaiki bersihan jalan nafas mis : batuk efektif
dan mengeluarkan sekret
Intervensi
Ø Auskultasi
bunyi nafas, catat adanya bunyi nafas, mis; mengi, krekels, ronki
Ø Kaji/pantau
frekuensi pernafasan
Ø Catat
adanya/derajat diespnea mis : gelisah, ansietas, distres pernafasan,
penggunaan otot bantu
Ø Kaji pasien
untuk posisi yang nyaman mis : peninggian kepala tempat tidur, duduk pada
sandaran tempat tidur
Ø Pertahankan
polusi lingkungan minimum
Ø Dorong/bantu
latihan nafas abdomen/bibir
Ø Observasi
karakteristik batuk mis : menetap, batuk pendek, basah
Ø Tingkatkan
masukan cairan sampai 3000 ml/hr ss toleransi jantung dan memberikan air
hangat, anjurkan masukkan cairan sebagai ganti makanan
Ø Berikan obat
sesuai indikasi
Ø Awasi/buat
grafik seri GDA, nadi oksimetri, foto dada
DP
: Kerusakan pertukaran gas
Tujuan : Pertukaran gas efektie dan adekuat
KH : -Menunjukkan perbaikan
vertilasi dan oksigen jaringan adekuat dalam rentang normal dan bebas gejala
distres pernafasan.
-Berpartisipasi
dalam program pengobatan dalam tingkat kemampuan /situasi
Intervensi
Ø Kaji
frekuensi, kedalaman pernafasan, catat penggunaan otot aksesori, nafas bibir,
ketidak mampuan bicara/berbincang
Ø Tingguikan
kepala tempat tidur, pasien untuk memilih posisi yang mudah untuk bernafas,
dorong nafas dalam perlahan / nafas bibir sesuai kebutuhan / toleransi individu.
Ø Dorong
mengeluarkan sputum : penguapan bila diindikasikan.
Ø Auskultasi
bunyi nafas, catat area penurunan aliran udara dan / bunyi tambahan.
Ø Awasi
tingkat kesadaran / status mental, selidiki adanya perubahan.
Ø Evaluasi
tingkat toleransi aktivitas.
Ø Awasi tanda
vital dan irama jantung.
Ø Awasi /
gambarkan seri GDA dan nadi oksimetri.
Ø Berikan
oksigen yang ssi idikasi hasil GDA dan toleransi pasien.
DP
: Perubahan nutrisi kurang dari tubuh
Tujuan :
Kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kh
: - Menunjukan peningkatan
BB
- Menunjukan perilaku / perubahan pada
hidup untuk meningkatkan dan / mempertahanka berat yang tepat.
Intervensi :
Kaji
kebiasaan diet, masukan makanan, catat derajat kesulitan makan, evaluasi BB.
Avskultasi
bunyi usus.
Berikan
perawatan oral sering, buang sekret.
Dorong
periode istirahat, 1jam sebelum dan sesudah makan berikan makan porsi kecil
tapi sering.
Hindari
makanan penghasil gas dan minuman karbonat.
Hindari
maknan yang sangat panas / dingin.
Timbang BB
sesuai induikasi.
Kaji
pemeriksaan laboratorium, ex : alb.serum.
DP
: Kurang pengetahuan
Tujuan :
Pengetahuan miningkat
KH
: - Menyatakan pemahaman kondisi / proses penyakit dan tindakan.
- Mengidentifikasi
hubungan tanda / gejala yang ada dari proses penyakit dan menghubung dengan
faktor penyeba
- Melakukan
perubahan pola hidup dan berparisipasi dalam program pengobatan.
Intervensi:
Jelaskan
proses penyakit individu dan keluarga
Instrusikan
untuk latihan nafas dan batuk efektif.
Diskusikan
tentang obat yang digunakan, efek samping, dan reaksi yang tidak diinginkan
Beritahu
tehnik pengguanaan inhaler ct : cara memegang, interval semprotan, cara
membersihkan.
Tekankan
pentingnya perawatan oral/kebersihan gigi
Beritahu
efek bahaya merokok dan nasehat untuk berhenti merokok pada klien
atau orang
terdekat.
Daftar Pustaka
Arif Mansyoer(1999). Kapita Selekta Kedokteran
Edisi Ketiga. Jilid I. Media Acsulapius. FKUI. Jakarta.
Heru Sundaru(2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
Jilid II Edisi Ketiga. BalaiPenerbit FKUI. Jakarta.
Hudack&gallo(1997). Keperawatan
Kritis Edisi VI Vol I. Jakarta. EGC.
Doenges, EM(2000). Rencana Asuhan
Keperawatan. Jakarta. EGC.
Tucker, SM(1998). Standar Perawatan Pasien.
Jakarta. EGC.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar